Tiba-tiba kepikiran seperti ini, ketika Qiyya sudah menikah. Jadi orangtua/mertua seperti apakah saya?
Dilema memiliki anak perempuan adalah ketika ia menikah ia harus patuh kepada suaminya dulu baru kepada orangtuanya. Apakah nanti saya boleh mengharapkan Qiyya sering-sering datang ke rumah untuk bercengkerama ataupun hanya menengok kami, ayah dan ibuknya? Bagaimana perasaan saya kelak jika Qiyya lebih sering pulang ke rumah mertuanya daripada ke rumah kami? Bolehkah saya merasa sedikit sedih?
Apakah saya bisa seperti ibu saya yang tidak pernah bertanya, "Kapan pulang ke Magelang?"
Entah Nak, tentu ibuk rindu saat-saat dimana kamu hanya milik ibuk. Tapi ibuk juga akan sangat bahagia ketika kelak kamu menemukan seorang laki-laki soleh yang bisa membimbingmu menuju surga. Ketika itu tentu ibuk sangat mengharapkan kamu berbakti kepada suamimu. Karena dengan itu secara tidak langsung akan membawa ibukmu ini ke surga.
Ah Nak..usiamu masih 16 bulan tapi ibuk sudah memikirkan jauh 25 tahun kedepan..lucu ya? Ibuk membayangkan ketika melepasmu kelak ibuk pasti menangis. Menangis haru. Doa terbaik dari ibuk selalu tercurah untukmu Nak.
Semoga Allah memberimu jodoh laki-laki soleh juga berbakti kepada orangtuanya..
Nak, ibuk ingin menghabiskan sisa waktu bersama kita dengan sebaik-baiknya. Semoga ibuk bisa menjadi teman, guru, yang bisa selalu membimbingmu penuh kasih sayang. Mungkin ketika kelak kamu beranjak dewasa, ada sedikit salah paham diantara kita. Semoga itu menjadikan kita semakin dewasa ya..
Ibuk sayang Qiyya karena Allah 😘😘😘
Tidak ada komentar:
Posting Komentar