Minggu, 16 September 2018

Komunikasi Produktif hari ke 11

Pagi ini tidak seperti biasanya Qiyya bangun siang. Jadi di tengah-tengah saya memasak baru dia bangun. Jadi, saya berhenti dulu sejenak dan menghampirinya di kamar. Membujuknya untuk ikut ke dapur. Rupanya dia masih ingin malas-malasan di kamar. Hehe..
.
Berikut percakapan kami, saya (S) dan Qiyya (Q).

S: "Assalamu'alaykum.. anak ibuk dah bangun.. mimpi apa semalam?" (Tak lupa cium pipinya dulu)

Q: (masih duduk di kasur)

S: "Masak yuuk di dapur." (dengan nada yang lembut"

Q: (masih enggan beranjak)

S: "Yuk goreng telur ayam..nanti Qiyya yang aduk-aduk."

Q: "Ut ayam..aduk-aduk.."

S: "Iyaa. Yuuk...nanti Qiyya yang aduk-aduk."

Q: "Yuuuk. Yuk.."

Sampai di dapur, saya menepati janji. Menyiapkan telur, diberi bumbu, lalu memberikan Qiyya sendok. Mulailah Qiyya mengaduk telur. Tumpah-tumpah dikit. Saya bilang, "Hati-hati yaaa.." sambil khawatir kalau mangkok telurnya dituang ke lantai. Alhamdulillah amaaan. 
.
Salah satu cara untuk menumbuhkan kepercayaan anak kepada orangtuanya adalah dengan cara menepati apa yang sudah dijanjikan orangtua kepada anaknya.
.
Dalam komunikasi produktif dengan anak, saya tidak perlu berceramah panjanh lebar karena Qiyya tidak akan paham. Cukup dengan kalimat singkat dan intonasi yang tepat  Qiyya biasanya paham dengan apa yang saya sampaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar