Sabtu, 15 September 2018

Komunikasi Produktif hari ke 10

Semakin hari Qiyya semakin berkembang emosinya. Salah satunya dia sudah punya keinginan. Tapi ya namanya anak bayi, keinginannya aneh-aneh. Seperti tadi, ketika saya dan ayahnya bersiap mau sholat Ashar. Tiba-tiba Qiyya datang ke kamar bawa pel se-gagangnya. Maksudnya sih bagus mau ngepel kayak ibuknya. Tapi timing-nya kurang tepat. Wkwkw..
.
Ayahnya berinisiatif mengajaknya sholat. "Yuk, Qiyya sholat juga, disini yaa Qiyya sholatnya." ( sambil gelar sajadahnya Qiyya).
Qiyya tetep mau ngepel (anak rajin kan, hehe.. sebenernya gapapa mainan pel, tapi jangan di tempat sholat. Hehe).
Saya coba merayunya, "Ibuk pinjam pel nya boleh?" Anaknya berontak, tambah kuat pegang gagang pelnya. Gantian ayahnya pakai jurus yang sama tapi gagal. Wkwkwk.
Ini kalau misal pelnya diminta paksa, bakal ada drama, nangis kenceng trus sholatnya tertunda karena harus menenangkan Qiyya dulu.
.
Gemes sekali rasanya, tapi harus tahan diri ..hihi.. Akhirnya saya dan ayahnya diam dulu agak lama. Lalu saya bilang, "Ibuk pinjam dulu yaa..Qiyya sholat dulu yuk." Alhamdulillah..pelnya diberikan kepada saya..ajaib kan..tanpa ada drama.. Setelah itu kita sholat Ashar berjamaah deh..
.
Menghadapi tingkah anak yang gemesin itu butuh stok sabar yang banyaaakkk.. Selain itu harus dalam hati yang tenang, jangan panik. Mungkin tadi saya panik, keliatan banget kalo lagi gemes sama Qiyya, makanya Qiyya malah bersikap jauh dari yang diharapkan. Anak itu akan bersikap baik jika kita bersikap baik lebih dahulu kepadanya. Bukan sebaliknya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar