Jumat, 03 Agustus 2018

Qiyya 25 tahun lagi

Tiba-tiba kepikiran seperti ini, ketika Qiyya sudah menikah. Jadi orangtua/mertua seperti apakah saya?

Dilema memiliki anak perempuan adalah ketika ia menikah ia harus patuh kepada suaminya dulu baru kepada orangtuanya. Apakah nanti saya boleh mengharapkan Qiyya sering-sering datang ke rumah untuk bercengkerama ataupun hanya menengok kami, ayah dan ibuknya? Bagaimana perasaan saya kelak jika Qiyya lebih sering pulang ke rumah mertuanya daripada ke rumah kami? Bolehkah saya merasa sedikit sedih?

Apakah saya bisa seperti ibu saya yang tidak pernah bertanya, "Kapan pulang ke Magelang?"

Entah Nak, tentu ibuk rindu saat-saat dimana kamu hanya milik ibuk. Tapi ibuk juga akan sangat bahagia ketika kelak kamu menemukan seorang laki-laki soleh yang bisa membimbingmu menuju surga. Ketika itu tentu ibuk sangat mengharapkan kamu berbakti kepada suamimu. Karena dengan itu secara tidak langsung akan membawa ibukmu ini ke surga.

Ah Nak..usiamu masih 16 bulan tapi ibuk sudah memikirkan jauh 25 tahun kedepan..lucu ya? Ibuk membayangkan ketika melepasmu kelak ibuk pasti menangis. Menangis haru. Doa terbaik dari ibuk selalu tercurah untukmu Nak.
Semoga Allah memberimu jodoh laki-laki soleh juga berbakti kepada orangtuanya..

Nak, ibuk ingin menghabiskan sisa waktu bersama kita dengan sebaik-baiknya. Semoga ibuk bisa menjadi teman, guru, yang bisa selalu membimbingmu penuh kasih sayang. Mungkin ketika kelak kamu beranjak dewasa, ada sedikit salah paham diantara kita. Semoga itu menjadikan kita semakin dewasa ya..

Ibuk sayang Qiyya karena Allah 😘😘😘

Kamis, 02 Agustus 2018

Puding Roti Tawar Kukus ala Ibuk Qiyya



Ini adalah resep andalan ibuk Qiyya untuk menghabiskan stok roti tawar atau senjata saat Qiyya males makan. Bikinnya berdasar resep-resep di Instagram yang dimodifikasi, hehe, disesuaikan dengan stok bahan yang ada, soalnya seringnya bikin dadakan..wkwk..
Ibuk Qiyya gak jago baking jadi asal Qiyya doyan ibuk merasa berhasil..wkwk.. Ibuk Qiyya juga ga jago poto-poto makanan, jadi seadanya saja yaaa..ini cuma buat dokumentasi pribadi saja, supaya besok-besok kalau mau buat sudah ada pedoman, ga modifikasi terus,,hehehe..

Bahan
·         6 lembar roti tawar
·         3 butir telur ayam kampung
·         2,5 gelas belimbing susu cair (Indomilk full cream plain)
·         4 sdm gula pasir
·         1,5 sdm margarin
Cara membuat
·         Potong roti tawar berbentuk dadu, tata pada loyang yang diolesi margarin (bisa pake wadah aluminium foil atau wadah tahan panas)
·         Kocok 3 butir telur dengan gula pasir
·         Hangatkan susu cair dan margarin hingga margarin mencair lalu campur dengan kocokan telur
·         Tuang pada Loyang
·         Bisa diberi bubuk kayu manis, kismis, potongan apel, atau pisang (kali ini saya pake potongan apel)
·         Kukus selama 30 menit
·         Sajikan hangat atau masukkan kulkas lebih dulu

Setelah 30 menit hasilnya seperti gambar di atas, langsung kita cobain hangat. Alhamdulillah Qiyya doyan, yeeaaaay! Tapi kata tantenya kurang manis (dia standar manisnya tinggi sih emang). Tapi sayangnya lengket maaaak, enak memang bikin di wadah sekali makan gitu sih pake aluminium foil atau kalau enggak pake wadah kaca, berhubung lagi di rumah uti jadi seadanya, hehe.

Setelah dicobain hangat-hangat sisanya dimasukkan kulkas. Qiyya lebih doyan, wohoho.. Terus rasanya jadi lebih manis. Ajaib kan yak..haha.. Buat percobaan selanjutnya susu cair bisa ditambah, jadi 3 gelas belimbing mungkin. Terus susu cairnya jangan pake yang plain biar agak manis. Ditaburi kayu manis lebih enak, wangi trus enak gitu. Oiya..pengen coba yang versi panggang sebenernya tapi belum punya oven. Jadi seadanya dulu, yang penting Qiyya sukaaaaa…

Rabu, 01 Agustus 2018

Belajar Menulis




Salah satu poin pengembangan diri yang ingin saya dapatkan adalah kemampuan menulis. Saya ingin berbagi ilmu dengan tulisan, berbagi mengenai ilmu parenting atau tentang kesehatan misalnya. Tetapi saya tidak tahu bagaimana harus memulai menulis. Oleh karena itu, ketika pendaftaran kejar IIP dibuka, saya ingin mendaftar. Salah satu cara belajar yang efektif bagi saya adalah mencari komunitas yang sesuai, dengan begitu memicu saya untuk belajar.
          Beruntung sekali saya sekali masuk grup kejar di Whatsapp ada tamu special yang sangat menginspirasi, yaitu Teh Indari. Saya kagum dengan perjalanan menulis beliau. Dari penulis diary hingga menjadi penulis buku, membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk berproses. Beberapa poin yang saya dapatkan antara lain, menjadi penulis itu tidak instan, ada prosesnya! Selain itu, yang paling penting adalah, konsisten pada komitmen yang dibuat. Melihat begitu konsistennya beliau pada target-target yang beliau buat. Tidak heran jika beliau bisa menjadi seperti sekarang. Nah, konsisten pada komitmen ini PR besar bagi saya. Seringkali membuat target-target tetapi tidak dilakukan. Bismillah yuk..semoga dengan mengikuti kejar menulis dan setelah mendapat pencerahan dari Teh Indari bias lebih semangat dan konsisten untuk belajar menulis.
          Banyak alasan yang dibuat-buat yang menjadi pembenaran atas kemalasan mau menulis. Misalnya yang terjadi pada saya, pekerjaan rumah yang tidak kunjung selesai dan anak masih kecil sehingga butuh perhatian lebih. Sebenarnya kedua hal tersebut dapat disiasati dengan manajemen waktu yang baik. Bukankah dalam materi matrikulasi IIP kemarin sudah diajarkan tentang manajemen waktu? Memberikan kandang waktu pada aktivitas-aktivitas yang termasuk aktivitas rutin atau dinamis. Melihat bagaimana rapinya manajemen waktu Teh Indari membuat saya terinspirasi harus membuat manajemen waktu yang baru, lebih tepatnya memperbaiki manajemen waktu yang telah dibuat dulu.
Manajemen waktu yang saya buat untuk mendukung proses belajar menulis:

04.30-05.00          Sholat Subuh, membaca Al Quran
05.00-10.00          Aktivitas rutin
(memasak, bersih-bersih rumah, mandi, memandikan anak, sarapan, dan menyuapi makan anak)
10.00-13.00           bermain dengan anak, istirahat siang
13.00-14.00           makan siang
14.00-16.00           main bersama anak
16.00-17.00           bersih-bersih sore
17.00-18.00           bersosialisasi dengan tetangga
18.00-18.30           Sholat maghrib
18.30-19.30           makan malam
19.30-21.00           quality time dengan keluarga
21.00-22.30          aktivitas dinamis (menulis, baca buku) dan aktivitas rutin (setrika)
22.30                    tidur

          Saya harus membuat target untuk belajar menulis, tidak banyak yang terpenting bisa saya capai. Ketika target sudah dicapai, buat target baru.
Target yang harus saya capai:

·         One day one post
Saya ingin menulis setiap hari 1 tulisan, minimal 150 kata yang di post di media social baik itu Facebook, blog, atau Instagram. Tema tulisan bebas.
Agar “memaksa” saya untuk memenuhi target tersebut maka saya membuat list yang berisi catatan menulis setiap harinya. Juga saya membuat punishment apabila saya tidak menulis hari ini maka dibebankan esok harinya. Begitu seterusnya.

Target Menulis DYAH AYU SAFITRI

Bulan :
Target bulan ini :
Tgl
Aktual
 Utang
Tanggal penunasan
Post di IG/FB/Blog
1




2









dst





Jika kedua hal di atas dapat saya lakukan dengan baik dan konsisten InsyaAllah akan ada hasilnya. Bismillah…

#kejarmenulisIPTangsel
#kulwapTehIndari

Ayah dan Qiyya

Sejak saya sakit, Qiyya dan ayah semakin dekat dari sebelumnya. Mungkin Qiyya tau kalau ibunya tidak bisa gendong dia sementara waktu.

Karena saya masih dalam proses pemulihan post KET, saya dan Qiyya pulang ke Magelang dulu. LDR lah Qiyya dan ayahnya. Kalau dulu sebelum ada Qiyya saya yang manja kalau LDR kini Qiyya lebih lagi. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Sudah 2 hari ini ketika bangun tidur, Qiyya langsung memanggil ayahnya berkali-kali, lalu menangis. Melihat foto ayahnya juga dipanggil-panggil. Yang paling nyess bagi saya adalah ketika ada bantal dimana sarungnya ada karikatur ayahnya dan saya. Dia panggil bantal itu, "ayah". Dicium-cium bantalnya, dipeluk peluk. Bahkan ketika saya memeluk bantal ekspresinya sama ketika saya memeluk ayahnya, "emoooh.."

Nak, sabar yaaa.. 3 minggu lagi insyaAllah dijemput ayah..saat itu ibuk sudah sehat lagi. Ibuk sudah bisa gendong Qiyya lagi. Sudah bisa beberes rumah, masak, dll. Sekarang sama ibuk, uti, tante dulu yaaa.. sama ayah video call dulu yaaa.  😗😗😗

Kamis, 26 Juli 2018

Kontrol Pertama

Seminggu setelah keluar rumah sakit, saya kontrol ke dokter kandungan. Seperti biasaaa..sudah menyiapkan banyak list pertanyaan..hehee. Berikut jawaban-jawaban beliau..

"Dari hasil patologi anatomi (PA) tuba falopi, tidak ada keganasan..corpus lutei dll tidak ada, ini yg menunjukkan kehamilan. Nah, karena ini sudah jatuh ke gumpalan2 darah".

"Kemarin hanya perut saja yang dibuka, rahimnya tidak jadi sebenernya kalau mau hamil lagi ya ga papa..tapii..tunggu setahun lagi lah yaa.."

"Saya tidak bisa memastikan apakah penyebabnya memang IUD, saya baru menemukan ini kasus IUD dengan KET. Untuk selanjutnya dijaga ya bu tuba dan ovarium sebelah kanan..jangan sampai kenapa2 lagi. Kalo ada sesuatu dokternya harus jeli. Jangan sampai diangkat..nanti ibu menopause" (jujur ini sedih sekali)

"Kalo mau lahiran normal nanti dilihatnya UK 36-37. Kita liat kondisi bayinya..BBnya berapa, sungsang tidak..dll"

"Ibu mau pake KB apalagi ini ya? Heheee" (Duh Dok.. hahahahaaaa)

Selasa, 24 Juli 2018

Akhirnya ketemu : KET

Ramadhan tahun ini (Mei 2018) saya mengalami nyeri perut seperti haid dan keluar darah seperti haid kira2 3 hari setelah masa menstruasi selesai. Setelah itu muncul flek2 dan rasa tidak enak di perut. Tapi masih bisa ditahan..jadi biasa saja.. Seminggu setelah flek2/perdarahan saya konsultasi ke dokter kandungan sekalian kontrol IUD (pas jadwal kontrol). Dokter melakukan USG dan mengatakan bahwa posisi IUD normal, rahim pun normal tak ada masalah..mungkin hormonal saja. Jadi saya diberi vitamin dan asam traneksamat untuk menghentikan perdarahan/flek. Dokter mengatakan untuk kembali lagi satu bulan jika tidak ada perbaikan.

Sekitar 3 minggu kemudian nyeri perut itu datang lagi. Kali ini lebih hebat. Datang tiba2.. sakitnya seperti ditusuk2 di perut kiri bawah..rasanya seperi mau pup/kentut tapi sakiiiiit banget. Saya kira wasir. Buat pup pun sakit sekali. 2 kali saya mengalami sakit seperti ini kebetulan pas lagi di mobil. Sampai keringat dingin. Akhirnya ke dokter lagi..di USG lagi, tapi tidak ada masalah dengan rahim maupun IUD. Flek/perdarahan pun masih, kadang sedikit kadang seperti haid banyaknya. Akhirnya diberi obat hormonal untuk mengatur jadwal menstruasi (Norelut). Seminggu lagi kontrol. Selain ke dokter kandungan  saya juga konsultasi masalah wasir..memang ada dan diberi obat penghilang nyeri dan bengkak dan salep untuk wasir.

Selama 5 hari minum penghilang nyeri saya tidak merasakan nyeri perut sedikitpun. Jadi saya merasa sudah baik2 saja. Nah, setelah obat nyeri habis..tiba2 nyeri perut itu datang lagi. Posisi saya hanya berdua dengan Qiyya (16bulan). Saya paksakan untuk memandikan qiyya, mandi dan menyuap Qiyya tapi tidak hilang nyerinya. Akhirnya rebahan..keringat dingin keluar..trus menyerah.. telepon Ayah Qiyya minta diantar ke RS.

Karena dokter kandungan jadwal prakteknya sore, dan itu masih jam 10an akhirnya ke dokter umum dulu. Diperiksa oleh dokter umum. Saya ceritakan apa yg saya alami sebulan ini. Lalu diminta rontgen abdomen sore harinya. Sorenya datang lagi ke RS  untuk rontgen abdomen. Dari rontgen itu diduga ada kista di rahim sebesar 10x5 cm. Kagetlah saya. Baru seminggu yang lalu usg rahim saya bersih kok tiba2 ada kista sebesar itu. Darimana cobaaa? Saya tanya dokternya.."secepat itukah dok?" Kata beliau sih mungkin2 saja.. Ok..let see..  Lalu dirujuklah ke dokter kandungan. Setelah saya tunjukkan hasil rontgen dari bagian radiologi saya di USG (ketiga kali). Akhirnya dokter memperluas area USG dari semula hanya rahim sampai ke sekitar rahim.

Dokter (D) : ini memang ada massa, tapi saya tidak tau ini apa. Yuk USG transvaginal ya..
Saya (S) : oke dok..

Lalu USG transvaginal..

D : ini massanya..tapi bukan di rahim.. di antara usus besar dan rahim dan besarnya tidak 10x5..sekitar 7cm aja
S: (njuk opo jaaal...tapi mendinglah ga segede 10 cm..)
D : saya VT yaaa  (pemeriksaan rahim dengan jari tangan)
S : iya..
D : ini sakit gak? (Beliau seperti menekan sesuatu lalu nyerinya sampai ke usus di atas anus. Persis seperti nyeri yg sering saya rasakan)
S : iyaa dok..sakit dok (mringis2)
D : ya ini...yg saya tekan massanya..memang dekat dengan usus, di belakang rahim
S : (jeng jeeeeng..kaget..tapi agak lega akhirnya ada titik cerah)

Lalu saya diminta cek urin yang ternyata tes kehamilan. Dari tespack  terbaca 2 strip. Berarti saya hamil. Kaget bukan main saya. Bagaimana bisa hamil lha wong haid tetap trus IUD posisi tetap juga.

Saya diminta segera operasi..mengambil gumpalan darah dalam perut sebelum pecah. Setelah dipikir2 dan diskusi dengan dokter serta suami akhirnya diputuskan besok siang operasi. Yes. Operasi. Huaaaaaaaa...

Singkat cerita... operasi berlangsung dengan anestesi spinal, di tengah operasi ditemukan bahwa ternyata tuba falopi kiri sudah pecah jadi harus diangkat. Sebelum itu saya ditidurkan karena saya mulai merasa nyeri..wkwkwk..saya tipe orang dengan metabolisme cepat mungkin yaa..2 kali operasi dengan bius spinal tidak bertahan lama..

Sewaktu sadar dari operasi baru diberitahu suami bahwa tuba falopi kiri sudah diangkat karena sudah pecah, tidak bisa dipertahankan lagidan terjadi perlengketan gumpalan darah dengan usus jadi operasi cukup lama.. 2 jam 15 menit.

Alhamdulillah..saya lega akhirnya ketemu juga apa yang menyebabkan nyeri perut sampai keringat dingin selama sebulan kemarin. Meski bayarannya ga mudah..tuba falopi kiri harus diambil dan menyadari bahwa saya hamil tapi tak sempat merasakan bahwa saya hamil dan kehilangan calon anak, itu sedih.

Tapiii..saya yakin.. Allah mendatangkan sakit ini untuk menghapus dosa2 saya..insyaAllah.. dan saya dan suami yakin bahwa ini yg terbaik untuk kami.. jadi..daripada menangisi apa yang sudah terjadi..lebih baik menyukuri apa yang masih kita miliki eh lebih tepatnya menyukuri apa yang Allah masih pinjamkan kepada kita.. 😘

Syukur

Seminggu post operasi KET.. ibuk dikit2 diingatkan bahwa setiap apa yang ada pada diri kita sesungguhnya hanyalah titipan dari Allah.

Termasuk tuba falopi kiri ibuk. Kini ia telah diambil Pemiliknya..

"Bersyukur masih disisakan tuba falopi kanan", gitu kata ayah Qiyya.