Buat saya, mak-mak yang baperan..rawan sekali saat buka-buka media sosial. Paling bikin baper adalah ketika ada yang posting perkembangan anaknya yang bagus banget. Habis itu suka kepikiran, "Kok si itu umur segini dah bisa ini itu ya kok Qiyya belum ya". Habis itu browsing sana sini cari informasi, tahapan-tahapan pertumbuhan yang normal seperti apa. Meskipun udah tau kalau normal terkadang tetep baper yaa..hahaa..
Eh tapi itu dulu yaaa. Sekarang alhamdulillah jauh berkurang. Suatu hari saya dan suami mengikuti sebuah seminar parenting oleh Ibu Septi Peni W. (founder IIP) dan Pak Dodik Maryanto, seminar A Home Team di Tangerang. Beliau bilang, saya lupa Pak Dodik atau Bu Septi, bahwa jangan kita membandingkan keluarga kita dengan keluarga orang lain. Tapi bandingkanlah keluarga kita saat ini dengan keluarga kita satu tahun yang lalu. Apakah ada perubahan ke arah yang lebih baik?
Pulang dari seminar saya keceplosan bilang sama suami, "Mas anak kita perkembangannya kayaknya lebih bagus dari si A ya?". Langsung suami bilang, "Adeeek..tadi kan udah dibilang waktu seminar, jangan dibandingkan Qiyya sama orang lain, tapi bandingkan Qiyya sekarang sama kemarin." Terus saya malu dong, soalnya saya yang pengen banget ikut seminar itu, tapi rupanya suami lebih paham padahal tadinya beliau ogah-ogahan ikut seminar, mau ngabur aja. Tapi begitulah kehidupan rumah tangga, harus saling mengingatkan 😊😊
Nah, gara-gara momen keceplosan itu saya jadi mengingat-ingat pesan Pak Dodik dan Bu Septi. Tiap kali lihat postingan-postingan di media sosial tentang anak udah gak baper lagi. Menurut saya pesan yang disampaikan narasumber tidak berlaku sempit pada masalah keluarga, tapi bisa relevan dalam hal apapun. Intinya N+1 harus lebih baik dari N. Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Maka yuk berproses agar lebih baik tiap harinya..biar gak baper..
#ceritaibukqiyya
#notetomyself
Tidak ada komentar:
Posting Komentar