Minggu, 04 Februari 2018

He is you

Dia yang tak pernah bilang I love you secara langsung, lewat WA atau telepon maunya.

Dia yang tiap hari Jumat selalu bertanya, "udah baca Al Kahfi sayang? Yuk baca bareng kalo belum."

Dia yang tiap malem sebelum tidur selalu bertanya, "udah baca Al Mulk sayang?"

Dia yang selalu cium minimal 3 kali sebelum berangkat kerja.

Dia yang tidak pernah menolak saat dimintai pijit istrinya meskipun dia bekerja seharian.

Dia yang ketika makan lauknya tinggal sebiji pasti bilang, "buat adek aja, mas tadi udah banyak."

Dia yang selalu bilang, "Disyukuri dulu ya."

Dia pernah bilang, "Makasih ya udah sabar sama Mas" saat dia merasa kurang mencukupi kebutuhan keluarga, padahal itu udah cukup menurutku.

Dia yang selalu menasehati, "Ibuk yang sabar ya sama Qiyya, kan ibuk ahlinya, kalau ibuk pusing apalagi ayah" langsung tambah mewek lah saya.

Dia juga sering menasihati, "Kalau sama orang harus berbuat baik."

Dia yang mengajarkanku agar selalu positif thinking, misalnya.. "Alhamdulillah yaa..cuciannya banyak berarti masih banyak baju yang kita pakai." Padahal aku udah mau marah2. Ga jadi marah jadinya.

Dia yang masih ngasih uang saku ke istrinya padahal tiap bulan udah ditransfer 😙

Dia yang tidak pernah marah walaupun rumah berantakan.

Dia juga tidak pernah marah kalau istrinya belum sempat memasak. Malah ditawari, mau dibelikan apa.

Masih banyaaaak dan adek bersyukur Mas pilih jadi istrimu. Salah satu cara meredam emosiku saat marah sama Mas adalah dengan cara mengingat ingat betapa sabarnya Mas sama adek. Kalau mas aja ga pernah marah kenapa aku harus marah kalau Mas salah? Iyaaa kaaan?
Love you sayaang..
Sehidup sesurga yaaa 😚😚😚😚😚

Tidak ada komentar:

Posting Komentar